GASTRONOMI BABANCI: MAKANAN WARISAN HALAL DARI BUDAYA BETAWI

  • aripin robiana aripin sekolah tinggi manajemen labora
  • Harry Wiyanto Sekolah Tinggi Manajemen LABORA
  • Iriana Wihardja Sumintapura Sekolah Tinggi Manajemen LABORA

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi makanan khas Betawi yang disebut "Babanci" yang saat ini cenderung kurang dikenal, terutama oleh generasi muda. Warisan budaya kuliner Betawi ini diteliti menggunakan pendekatan fenomenologi kualitatif melalui wawancara mendalam dengan informan yang dianggap ahli untuk mengungkap asal usul dan perkembangan "Babanci". Hasil penelitian menunjukkan bahwa masakan Babanci merupakan warisan budaya Betawi, namun hingga saat ini jarang ditemukan di restoran atau warung nasi di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Alasan mengapa Sayur Babanci kurang berkembang adalah karena dari semua bahan yang digunakan dalam Babanci, terdapat empat bahan baku yang cenderung kurang dikenal di masyarakat, yaitu mangga, botor, kedaung, dan tai angin. Bahan-bahan baku ini sulit ditemukan di pasaran. Bahkan jika bahan baku tersebut ada, prosesnya harus melalui teknik memasak yang baik dan tradisional agar tidak memengaruhi cita rasa hidangan itu sendiri. Temuan penelitian menunjukkan bahwa untuk mendapatkan pasar sasaran, dibutuhkan branding yang kuat yang didukung oleh cita rasa yang unik, kesabaran, dan kemasan yang menarik

Published
2026-08-12