Pengetahuan, Sikap dan Praktek Terhadap Adopsi Urban Farming: Tinjauan Konsep
Abstract
Urban farming merupakan salah satu cara untuk memastikan ketahanan pangan untuk konsumsi manusia, terutama bagi masyarakat perkotaan yang memiliki ruang terbatas untuk kegiatan pertanian. Terlepas dari tantangan, praktik pertanian perkotaan berpotensi memainkan peran penting dalam sistem pangan berkelanjutan dan ketahanan pangan. Urban farming memiliki tujuan kultivasi yang berbeda, seperti untuk keberlanjutan, kewirausahaan, kehidupan yang lebih baik, komunitas yang lebih besar dan sebagai media pembelajaran dan eksplorasi. Ini termasuk banyak manfaat termasuk peningkatan akses ke produk segar, pengurangan biaya transportasi makanan, dan peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, dapat membantu mengurangi dampak perubahan iklim dengan mengurangi emisi gas rumah kaca, mempromosikan keanekaragaman hayati, dan mengimprovisasi metode penanaman konvensional. Baru-baru ini, pertanian perkotaan telah mendapatkan lebih banyak popularitas dan adopsi di kalangan masyarakat terus meningkat karena berbagai alasan. Terkait hal ini, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor khususnya pengetahuan, sikap, dan praktik (KAP) yang mempengaruhi adopsi praktik pertanian perkotaan. Ada beberapa metode dalam kaitannya dengan KAP yang menjadi fokus peneliti; beberapa penelitian menjelaskan setiap faktor secara individual, sementara yang lain sebagai Model KAP secara keseluruhan sebagai model holistik. Oleh karena itu, penelitian ini dapat lebih memahami model KAP (secara keseluruhan konsep) terhadap adopsi praktik pertanian perkotaan. Ini akhirnya memperluas lebih banyak studi tentang banyak aspek praktik pertanian perkotaan dan juga berkontribusi pada rekomendasi dan perbaikan dalam hal pelaksanaan pertanian perkotaan di antara masyarakat dan penduduk perkotaan

